Kenapa malaria terus berulang di kawasan kita — dan cara menghentikannya
Hampir semua warga yang kami temui pernah kena malaria, sebagian bahkan berulang setiap bulan. Ini bukan karena obatnya tidak ada — tapi karena cara minumnya.
Malaria adalah keluhan kesehatan yang paling sering dilaporkan di seluruh Pustu Kawasan Transmigrasi Lereh, dari SP1 sampai Tabbeyan. Banyak warga yang ditemui saat survei lapangan bahkan mengalaminya berulang kali, ada yang setiap bulan, ada yang dua kali setahun.
Kenapa harus dihabiskan, bukan berhenti saat sudah membaik?
Saat gejala malaria mereda, itu bukan berarti parasit di dalam tubuh sudah hilang seluruhnya. Obat malaria dirancang untuk dikonsumsi sampai hari terakhir sesuai anjuran petugas kesehatan, meski badan sudah terasa membaik di hari kedua atau ketiga. Menghentikan obat lebih awal membuat parasit yang tersisa bisa berkembang lagi, dan kali berikutnya, parasit itu bisa jadi lebih sulit diobati dengan obat yang sama.
Soal obat herbal
Beberapa warga menggunakan obat herbal sebagai solusi saat terkena malaria. Obat herbal boleh saja dipakai untuk membantu meredakan gejala seperti demam, tapi tidak bisa menggantikan obat malaria dari puskesmas atau pustu. Parasit malaria hanya bisa dituntaskan dengan obat medis yang sesuai dosis dan jangka waktunya.
Langkah yang bisa dilakukan
Ketika mengalami gejala malaria, demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, segera periksa ke Puskesmas Yapsi, Pustu terdekat, atau kader malaria di kampung Anda. Ikuti jadwal minum obat sampai hari terakhir, walau badan sudah terasa sehat lebih dulu. Gunakan kelambu saat tidur dan bersihkan genangan air di sekitar rumah untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk.
